Proses Melahirkan Yang Panjang (part 1)

Wow…. Aku tidak pernah menyangka kalau proses melahirkan bisa sepanang ini, 2minggu lebih fiuh… proses yang melelahkan… dan dipuncaknya, harus mengalaminya tanpa ditemani suami :(

Awalnya gini, sabtu malam akhir april 2008 (usia kandungan baru 7 bulan, 30minggu) saat sedang enak2nya telpon suami yang sedang dinas ke Cirebon, tiba-tiba perut ini sakit banget, lebih sakit dari biasanya. Di telpon, suami tanya, apa sudah mau melahirkan. dengan tenangnya, aku jawab, nggak kok, kan masih lama. Sakitnya cuma beberapa menit aja, sampai susah sekali bernafas.

Ok, sudah tidak sakit, waktunya tidur. Tiba-tiba tengah malam terbangun, rasanya sakit lagi. tapi karena ini yang pertama, aku belum tau bedanya sakit mau melahirkan atau bukan. Rasanya mau muntah juga. Mungkin masuk angin pikirku. Aku pakai minyak telon di perut biar ga mual.

Mencoba tidur lagi. Tapi kenapa tambah parah saja ya sakitnya. Aduh, mana lagi sendirian di kamar. Tengah malam pula. Berkali mencoba tidur sambil terus melihat jam. Kok ga pagi-pagi ya? kalau pagi kan bisa minta tolong.

Jam 2, jam 3, tetap saja sakit dan rasanya terus saja pengen muntah. Aduh kok masuk angin gini ya? terus saja aku pikir itu masuk angin. Aku ga pernah denger kalau mau melahirkan itu rasanya mual.

Jam 4 aku sudah ga kuat lagi, langsung aja aku muntah di samping tempat tidur. Rasanya perut sakit banget ga bisa berdiri. Aku langsung minta tolong lewat telpon.Mertua langsung menghubungi dokter yang kebetulan pakde suami. Aku ditanya, apa sudah kontraksi. “Kontraksi? aku ga tau gimana rasanya kontraksi, yang aku tau rasanya sakit banget” Beliau menyarankan untuk segera dibawa ke rumah sakit agar tau bagaimana kondisinya.

Ga lama, aku dilarikan ke rumah sakit, perut rasanya sakit banget.

Ternyata, sudah bukaan dua…. dan mulai mengeluarkan darah. “Hah… kan masih lama?” perut ditempeli alat rekam jantung bayi seperti sabuk. Suster sibuk telpon dokter.

Suster meminta aku bernafas seperti yang diajarkan waktu senam hamil. “Aku ga tau sus, kan ama dokter ga dianjurkan senam hamil, takut kontraksi”. Langsung suster yang baik hati itu mengajarkan bagaimana caranya tarik nafas.

Suster langsung memasang infus, katanya agar tidak terjadi kontraksi lagi. Agar bayi dapat lahir sesuai dengan waktunya. Ya ampun apa ini rasanya mau melahirkan? Sudah diinfus kok masih sakit ya?

Suami telpon, tapi rasanya sakit banget, susah menjawab telpon. Aku cuma bilang, doakan ya, sakit banget rasanya. Rasanya seperti mau mati aja

Aku terus berdoa, Tuhan, selamatkan anak-anak ku. Kalau memang harus ada yang meninggal, bawa aku saja Tuhan, jangan anak2ku. Baru kali itu aku tau rasanya rela menyerahkan nyawa demi orang yang kita cintai. Rasanya semakin sayang dengan mama kita.

Akhirnya dokter datang juga, beliau juga tidak menyangka bayinya sudah pengen lahir. Tapi beliau berusaha menenangkan, beliau bilang, ini sering terjadi dengan bayi kembar, sudah diberi obat di infus agar tidak terjadi kontraksi lagi. Kondisi bayi sehat

Kemudian suster meraba2 perutku, dan berkomentar, “Perutnya tipis banget ya Dok, ga ada lemaknya”

Hah… perut segitu besar dibilang ga ada lemak? pikirku

“Iya dok, sampe terasa banget jari-jari bayinya”

“Oia, ini perutnya tipis” kata dokter

Terus kenapa kalau tipis?

“Sepertinya harus operasi nih, kasian kalau dipaksa melahirkan normal, akan banyak pendarahan”

Aku pasrah saja Dok.. mana yang terbaik aja. Apa Proses melahirkan itu sesulit ini?

to be continued…

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.