Proses Melahirkan Yang Panjang (part 3)

Di tulisan sayaa sebelumnya, aku sudh cerita kalau bayi-bayiku masih sangat kecil kecil dlam kandungan

timbul rasa kutir, apakah mereka bisa survive nantinya. Tapi kemudian aku cuma bisa pasrah pada Tuhan. Tuhanlah yang memberikan kehidupan di dunia ini bukan.

Aku rasa, saat kita mengandung dan melahirkan, saat itulah kita diajarkan untuk berserah sepenuhnya pada Yang Kuasa, Yang Pemberi Kehidupan.

Hari itu, Senin, 12 Maret 2008

Malam hari, aku ditemani adek tercinta yang sudh jauh-jauh dari Banjarmasin untuk menemani aku melahirkan.

Malam itu, kami nonton tv sampe larut malam, lucu banget acaranya. Tiba-tiba tengah malam, rasanya lapar banget. Pengen banget mie instan. Setelh dibuatkan adek, ternyt banyak semutnya, ga jadi makan deh.

Akhirnya dibuat tidur aja.

Selasa, 13 Mei 2008

07.00

Tiba-tib terbangun. Rasanya seperti ada yang mendorong dari dlam perut. Ya.. air ketuban tib-tiba keluar deras sekali.

Lngsung saja aku dibawa ke rumah sakit.  Waduh, belum mandi nih, wajahku pasti ga karuan banget hehehe.

07.30

Suami yang berada di Jakarta segera dihubungi. Aduh, susah banget telpon suami, ga diangkat2. Tapi aku terus berusaha, akhirnya diangkat juga.

Ternyata suami sedang rapat. Dengan santainya aku bilang, “Pa, aku sekarang di rumah sakit, aku mau melahirkan” Awalnya suami gak percaya, apa kali ini beneran mau melahirkan, mengingat sudah beberapa kali masuk rumah sakit tapi tidak jd.

Setelah aku bilang kalau ketuban sudah pecah, baru deh suami percaya. Rapat ditinggal begitu  saja, langsung menuju bandara.

08.00

Persiapan operasi dilakukan. Infus dipasang.  Surat persetujuan ditandatangani. Mulai doa persiapan operasi bersama keluarga (minus suami).

08.30

turun ke lt.5, ruang operasi. Awalnya mama mau nemenin. Tapi ditunggu-tunggu ga datang-datang (setelah dipikir-pikir, ga tega katanya liat anaknya dibedah).

masuk ruang operasi deg2an juga, tapi excited bgt. mulai masuk dah senyum2 bawaannya. ga sabar melihat anak2 tercinta. sampe susternya bilang “wah bu rachel hebat bisa senyum2, padahal biasanya ibu2 lain pada tegang”

aku sih pasrah aja.  peristiwa melahirkan membuat kita belajar untuk benar2 pasrah sepenuhnya pada Sang Pemberi Hidup. Aku yakin, hanya kehendakNya lah yang terbaik.

Dokter anastesi menyuntikkan aku obat bius lewat punggung. karena perutku terlalu besar, harus dibantu beberapa suster supaya bisa tidur miring.

Setelah selesai, aku kembali telentang. dokter kandungan pun telah datang. He is a great doctor. suasana operasi jadi tenang banget setelah beliau datang.

setelah kakiku sudah terasa kesemutan, operasi pun dimulai. perutku diberi cairan coklat seperti betadine. aku ga bisa melihat langsung, tapi lewat pantulan kaca di samping kamar operasi. setelah itu, ga berani liat lagi.

aku bisa merasakan salah satu anakku ditarik dokter, dan akhirnya Puji Tuhan, salah satu anakku lahir (pukul 09.33). Semua mengucapkan selamat

aku dengar komentar dokter “Ini bayi yang besar”. Aku mencium anakku. rasanya benar2 tak bisa dikatakan, aku menangis bahagia.

dua menit kemudian (09.35) anakku yang kedua lahir, ternyata lebih besar dari yang pertama.

Suster pun komentar “bayi nya besar-besar ya dok”

Aku juga mencium anakku yang kedua.

bayi pertama perempuan, 2.2kg

bayi kedua perempuan juga, 3kg

bagiku mereka anak2 yang paling cantik yang pernah diciptakan Tuhan.

Setelah itu aku diberi obat tidur. Rasanya benar2 bersyukur anak2ku sudah lahir dengan selamat.

Sore hari nya suami baru tiba di rumah sakit. ternyata kami berdua mempunyai pikiran yang sama, anak pertama kami namakan Yoan, dan anak kedua Hana. Karena yang pertama lebih lincah gerakannya (sampe sekarang).

Inilah nama bayi kembar kami :

Yoan Elora

Hana Elora

Yoan : Tuhan itu baik / bijaksana

Hana : Kebaikan Tuhan / sukacita

Elora : terang

Jadi, maksud kami memberikan nama itu adalah, kami bersuka cita karena mendapat kebaikan Tuhan dari Tuhan yang Baik, yaitu anak yang nantinya akan menjadi Terang

Karena berat badan Yoan tergolong BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah), Yoan ditempatkan ke NICU (Neo natal ICU). sedangkan Hana ditempatkan di ruang bayi biasa. Setiap saat aku selalu berdoa agar dapat segera sembuh dari sakit setalah operasi dan barsatu lagi bersama anak2ku

Yoan

Hana

Akhirnya proses melahirkan pun selesai. Aku sungguh sangat bahagia telah dipercaya Tuhan melahirkan bayi kembar yang sangat cantik.

akhirnya bersatu di rumah

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.